BOLIMAU CONO

BOLIMAU CONO DI UJUNG BATU

Ujung Batu terletak di kabupaten Rokan Hulu, propinsi RIAU

” Sehari seribu umat ”
begitu istilah saya menyebutkan,satu hari di mana sebagian besar massarakat kec.ujung batu berkumpul dan sejenak meninggalkan segala aktivitas rutin mereka, baik individu maupun kelompokdan, hal ini di dasari oleh suatu hal yang fundamental tentunya, yakni melakukan upacara mandi bolimau cono dalam rangka menyambut datangnya bulan suci ramadhan, di mana budaya ini telah turun temurun di titipkan jauh sebelum kita melakukan upacara ini.

jrknipis

bolimau secara umum adalah : melakukan mandi atau menyucikan diri dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan,dan di lakukan sehari sebelum bulan ramadhan itu tiba.upacara ini lebih sering di lakukan outdoor ( di luar ruangan ), biasa nya mandi ini di disertai dengan shampoo ( keramas ), shampoo disini menggunakan ramuan tradisional yang di buat sendiri oleh massarakat ujung batu,dan di ikuti denan niat.

sebagian besar upacara ini di lakukan secara massal, tak sedikit pula tempat yang telah di tetapkan oleh lenbaga – lembaga tertentu, sebagai contoh : upacara ini di lakukan di salah satu tempat di ujung batu adalah tepi air yang terdapat di desa suka damai,di mana tempat ini letaknya di pesisir sungai rokan, di mana sungai ini adalah sungai terbesar yang melintasi kec.ujung batu. dan lebih banyak tempat lainnya yang tak dapat saya sebutkan satu persatu.

suasana bolimau cono ini mulai terlihat kental dua hari menjelang upacara ini di adakan, baik individu maupun kelompok sibuk mempersiapkan atributnya berupa perahu karet dan sejenisnya,yang menarik di sini adalah para ” bolimau cono mania ” membentuk kelompok – kelompok memakai atribut yang sama, dengan tujuan upacara bolimau cono yang nanti mereka lakukan lebih berkesan.

hari yang di nantikan massarakat ujung batu telah tiba,yakni melakukan upacara mandi bolimau cono, baik itu individu maupun kelompok tiba di tampat – tempat yang telah saya sebutkan di atas,hal yang paling menarik di sini adalah,di mana sebagian besar melakukan upacara ini dengan cara mengikuti arus yang melintasi sungai rokan ini.
hal ini dilakakan dengan cara,pada saat bolimau ini brlangsung, mereka pergi terlebih dahulu menuju desa lubuk bendahara, yang terletak di hulu sungai rokan kec.ujung batu.
sesampai di sana mereka besiap – siap untuk turun ke sungai dengan di lengkapi atribut masing berupa perahu karet dan alat pelampung lainnya.mereka akan mengikuti arus sepanjang sungai rokan tersebut, alhasil seperti ” arung jeram ” dengan tujuan utama yakni sebuah pulau yang terletak di tepi air ( jika sungai dalam keadaan dangkal ) seprti mana tempat yang saya jelaskan di atas.
jarak yang di butuhkan para bolimau cono mania ini dalah -+ 2 jam dalam waktu normal, untuk sampai ke tepi air.

sebagian besar acara puncak di lakukan di tempat ini, di mana di sini terdapat ribuan bahkan puluhan ribu massarakat yang sedang melakukan prosses mandi bolimau alhasil sungai ini seprti beku akan umat manusia jika saya hiperbolakan, dan di ikuti barbagai macam hiburan yang tak dapat pula saya sebutkan satu persatu.

jika anda berniat untuk melakukan mandi bolimau cono di ujung batu, penulis menghimbau, anda akan merasakan beberapa hal yang takkan anda temui di tempat lain dalam proses melakukan mandi bolimau.

ini sangat membaggakan dan sekaligus patut kita lestarikan, salah satu dari sekian banyak budaya yang terdapat di kec.ujung batu, yakni upacara bolimau cono yang khas.dan juga say akui upacara ini di tempat lain pun di laksanakan, namun takkan sebuming di kec.ujung batu.

namun ada beberapa individu yang menurut perspektif mereka dalam rangka melakukan upacara bolimau cono ini terlau dogma.
saya sebagi penulis juga menyadari hal ini.tak sedikit dari massarakat salah mengartikan prosses bolimau cono ini,terlalu banyak hal – hal atau norma – norma yang tak di indahkan, bahkan ada beberapa individu yang over dogma ( membabi buta ) mengartikan presses budaya ini.
dan dengan seiring berjalannya waktu tradisi bolimau ini sudah mulai alih pungsi, ini tak lepas dari perubahan zaman, dimana budaya sangat di pengaruhi oleh filsafat dimana budaya iti sadang berlangsung.
tapi saya memiliki keyakinan, nenek moyang kita pasti memilki maksud dan tujuan yang luhur.

penulis : yulianto irawan / ipank

http://ipankujungbatu.deviantart.com/gallery/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: